Upaya Penemuan WNI yang Hilang 28 Tahun Libatkan Pangeran Saudi

, , Comments Off on Upaya Penemuan WNI yang Hilang 28 Tahun Libatkan Pangeran Saudi

Upaya Penemuan WNI yang Hilang 28 Tahun Libatkan Pangeran Saudi

Upaya Penemuan WNI yang Hilang 28 Tahun Libatkan Pangeran Saudi

Jakarta – Jumanti binti Bejo Bin Nur Hadi dengan kata lain Qibtiyah (74), diketemukan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, sesudah hilang sepanjang 28 th. di Arab Saudi. Usaha apa yang disebut dengan penemuan Nenek Qibtiyah?

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyebutkan berita mengenai pengisian Qibtiyah yang ia terima lewat sosial media. Dijelaskan kalau nenek dari Bondowoso, Jawa Timur pergi bekerja ke Arab Saudi serta kehilangan kontak dengan keluarga di Indonesia sepanjang sebagian dekade.

” Nenek Qibtiyah putus dengan keluarga di Indonesia sepanjang 28 th., ia pertama kalinya datang ke Arab Saudi pada 14 Agustus 1990, ” kata Maftuh pada AFP, Kamis (19/4/2018).

KBRI Riyadh menggembar-gemborkan berita mengenai penerbitan Qibtiyah. Maftuh menyebutkan dia selekasnya mengecek database kedutaan serta nama Qibtiyah tidak diketemukan.

” Pastinya kalau nenek Qibtiyah, mulai sejak datang ke Arab Saudi tidak sempat menyarankan perpanjangan paspor iqomah (izin tinggal di Saudi) dan tidak terdeteksi, ” tuturnya.

Maftuh meneruskan, kerjakan Kedutaan dengan menyebut majikan (kafil) serta saudara-saudaranya untuk temukan titik jelas dari nenek Qibtiyah. Kedutaan lalu ketahui kalau Qibtiyah bekerja dirumah Nourah Mohammed al-Daerim di kota Riyadh.

” Saudara lelaki saudara Qibtiyah yaitu Abdulaziz Mohammed al-Daerim, ” tuturnya.

Baca Juga: KPK Kaget JC Andi Narogong Dianulir di Tingkat Banding

” Tim Perlindungan Warga Negara Indonesia yang sudah mengintensifkan kontak dengan orang Indonesia yang sudah berkomunikasi dengan Qibtiyah Jumanah, serta yang disalahkan yaitu Niayah binti Kasimin yang bekerja di kakak tertua Qibtiyah Niayah, seseorang warga Malang, info strategis mengenai perubahan Qibtiyah, ” Maftuh menerangkan. .

Bacalah juga : 12 Th. Tanpa ada Berita, TKW Suneni di Arab Saudi Pada akhirnya Kembali

Maftuh entrepreneur serta keluarga sesudah ketahui kalau Kedutaan Besar lakukan intimidasi pada Qibtiyah. Tetapi sayangnya, entrepreneur serta keluarga tidak kooperatif.

” Mereka sudah dipulangkan ke Indonesia 3 bln. waktu lalu, ” tuturnya.

Selanjutnya, Maftuh menyebutkan, pada 14 Maret 2018, KBRI Riyadh kirim surat diplomatik pada Kemenlu Arab Saudi untuk memohon pertolongan dalam menelusuri Qibtiyah. Usaha ini belum juga membawa hasil, pada 27 Maret 2018 Agus Maftuh Abegebriel mengemukakan surat spesial pada Gubernur Riyadh, Pangeran Faisal bin Bandar bin Abdulaziz Al Saud yang adalah keponakan Raja Salman untuk memohon pertolongan pencarian Qibtiyah.

” Gubernur Riyadh terima nenek Qibtiyah, serta pada akhirnya pada 18 April 2018, nenek Bondowoso ini bisa diketemukan serta dijemput oleh Tim Service KBN Riyadh untuk mendistribusikan haknya serta kembali pada Indonesia ” Maftuh.

Selanjutnya, Maftuh menyebutkan, pada 14 Maret 2018, KBRI Riyadh kirim surat diplomatik pada Kemenlu Arab Saudi untuk memohon pertolongan dalam menelusuri Qibtiyah. Usaha ini belum juga membawa hasil, pada 27 Maret 2018 Agus Maftuh Abegebriel mengemukakan surat spesial pada Gubernur Riyadh, Pangeran Faisal bin Bandar bin Abdulaziz Al Saud yang adalah keponakan Raja Salman untuk memohon pertolongan pencarian Qibtiyah.

” Gubernur Riyadh terima nenek Qibtiyah, serta pada akhirnya pada 18 April 2018, nenek Bondowoso ini bisa diketemukan serta dijemput oleh Tim Service KBN Riyadh untuk mendistribusikan haknya serta kembali pada Indonesia ” Maftuh.