Karakter Andi Arief Dinilai Berlawanan dengan Citra SBY yang Santun

, , Comments Off on Karakter Andi Arief Dinilai Berlawanan dengan Citra SBY yang Santun

Karakter Andi Arief Dinilai Berlawanan dengan Citra SBY yang Santun

Agen Bola, Agen Poker Online, Agen Domino qiu qiu – Sikap serta tingkah laku Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Andi Arief selalu memetik sorotan publik. Andi dipandang sudah mengakibatkan kerusakan citra Partai Demokrat serta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Ketua Umum Demokrat yang diketahui santun serta mempunyai ciri-ciri positif.

Dosen Pengetahuan Politik Kampus Padjajaran (Unpad) Bandung, Firman Manan memandang tingkah laku Andi tidak searah dengan ciri-ciri yang dimiliki SBY, terutamanya tersangkut pendapat mengemukakan info bohong atau hoax yang muncul akhir-akhir ini. Bahkan juga, Andi dipandang tidak enggan menyerang dengan frontal tim Jokowi-Ma’ruf Amin serta penyelenggara pemilu seperti KPU.

Diterangkan Firman, Partai Demokrat sampai kini diketahui menjadi partai yang mengaplikasikan taktik politik defensif. Mereka meng-counter desas-desus negatif yang ke arah pada partai. Diluar itu, kata Firman, SBY menjadi simbol Partai Demokrat pun mengaplikasikan politik santun. SBY tidak menyerang dengan frontal pihak lainnya di luar partai.

Akan tetapi sekarang, taktik politik ofensif yang dipakai oleh Andi Arief bisa mengganggu irama skema kampanye Partai itu. Menurutnya, perihal ini sekaligus juga memusingkan pemilih mengenai karakter Partai Demokrat.

Baca Juga : Ancam Sebar Foto Setengah Telanjang, Mahasiswi Diperas Puluhan Juta

“Taktik SBY yang bangun citra dianya menjadi politisi santun sekaligus juga ciri-ciri Partai Demokrat menjadi partai yang santun bisa terkikis oleh pernyataan-pernyataan Andi Arief yang condong ofensif,” tutur Firman pada wartawan di Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Dengan begitu, sambungnya, karakter Partai Demokrat jadi tidak jelas di mata publik. Tidak kembali sama dengan skema pencitraan yang akan dibuat oleh SBY. Jika hal itu berlangsung bukan mustahil ada konsekuensi penurunan tingkat kepopuleran Partai Demokrat.

“Dengan ekstrim, bisa berlangsung keadaan di mana Partai Demokrat akan melawan kesusahan untuk tembus angka parliamentary threshold sebesar 4% pada Pileg 2019, hingga Partai Demokrat terancam tempatnya untuk kembali masuk ke DPR periode 2019-2024,” tuturnya.

Menanggapi kekuatan penurunan tingkat kepopuleran, ia memandang SBY menjadi ketua umum mesti kembali mengutamakan pada kader-kadernya untuk memakai taktik politik santun serta tidak lakukan serangan frontal dalam bangun citra partai.

“SBY mesti lakukan pendisiplinan pada kader-kader partai, untuk menahan karakter politik santun dari Partai Demokrat tergerus oleh manuver yang dikerjakan oleh kader-kader Partai Demokrat seperti Andi Arief,” tandas Firman.