Pembajakan Dua Mobil Tangki BBM Bisa Dijerat Pasal Pencurian

, , Comments Off on Pembajakan Dua Mobil Tangki BBM Bisa Dijerat Pasal Pencurian

Pembajakan Dua Mobil Tangki BBM Bisa Dijerat Pasal Pencurian

Agen Bola, Agen Poker Online, Agen Domino qiu qiu – Tindakan mengambil alih dua truk tangki yang membawa bahan bakar minyak (BBM) milik PT Pertamina (Persero) yang dioperasikan oleh PT Pertamina Patra Niaga (PPN) tanpa izin dapat dikualifikasikan sebagai kejahatan pencurian.

“Atau jika ada dugaan yang dilakukan dengan menggunakan ancaman kekerasan atau ancaman kekerasan, maka pencurian dapat dikualifikasikan dengan kekerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 365 KUHP yang dapat dihukum dengan hukuman maksimal 9 tahun,” kata Pakar hukum Lonna, Yohanes Lengkong di Jakarta, Senin (18/3). 2019).

Lonna mengatakan, jika nanti berdasarkan hasil penyelidikan ditemukan bahwa supir truk mungkin terlibat dengan sukarela memberikan truk kepada dugaan pengambilalihan dan kepemilikan tanpa izin, maka tindakan pengemudi juga akan terancam dengan kualifikasi pidana sebagai Kejahatan Penghindaran diatur dalam Pasal 372 KUHP dengan hukuman pidana maksimum empat tahun penjara.

“Dan itu juga dapat dilakukan bersamaan dengan ketentuan Pasal 55-56 KUHP tentang Partisipasi dan Bantuan dalam Kejahatan,” katanya.

Baca Juga : Antara Hiburan dan Pengakuan

Untuk alasan ini, katanya, adalah tugas polisi untuk menyelidiki pengambilalihan dan mengendalikan tindakan tanpa melawan hukum dalam proses penyelidikan untuk mencari tahu siapa yang dicurigai sebagai pelaku dan dengan bukti apa pun yang sesuai dengan ketentuan. KUHAP.

“Pengambilalihan dan kontrol truk-truk Pertamina yang digunakan dalam penyampaian pendapat sebenarnya tidak diizinkan, karena mempertimbangkan penggunaan truk pengangkut bahan bakar memiliki standar khusus penanganan dan prosedur keselamatan selama penggunaan,” kata Lonna.

Meskipun truk itu kosong, ada kemungkinan bahwa jika ditangani sesuai dengan prosedur keamanan, mungkin saja terbakar atau meledak, yang mengakibatkan dampak yang lebih parah dan dapat menyebabkan korban.

“Untuk alasan itu, memang tidak boleh digunakan sebagai alat bantu pengajaran dalam penyampaian pendapat karena alasan keselamatan dan bahaya beban dan / atau gas yang berasal dari sisa pengangkutan bahan bakar di tangki truk,” katanya. disimpulkan.