Blakblakan, Jessica Iskandar Sempat Alami Pelecehan

, , Comments Off on Blakblakan, Jessica Iskandar Sempat Alami Pelecehan

Blakblakan, Jessica Iskandar Sempat Alami Pelecehan

Agen Bola, Agen Poker Online, Agen Domino qiu qiu – Aktris Jessica Iskandar menyikapi masalah bully yang dihadapi oleh siswi SMP bernama Audrey dengan cukuplah prihatin. Sama dengan penduduk lainnya, dia juga terasa miris dengan kejamnya sikap anak muda yang ikhlas lakukan bully pada remaja 14 tahun itu.

Bicara masalah bully, Jessica Iskandar akui sudah sempat alami hal sama parahnya yaitu pelecehan seksual. Hal itu bahkan juga dia temukan waktu dianya masih tetap ada di bangku sekolah.

Dia bercerita jika saat itu dianya sudah sempat dicolek olek seseorang lelaki sepantarannya waktu dianya ingin menyebrang bersama dengan pengasuhnya. Melalui insiden itu, dia akui sudah sempat trauma untuk melancong tidak memakai mobil.

“Jadi seperti saat itu saya jalan sama mbak saya, ingin nyebrang jalan, tidak diduga ada anak-anak kecil lelaki begitu seperti langsung nyolek,” papar Jessica Iskandar waktu didapati di lokasi Mampang, Jakarta Selatan.

“Itu saya syok sekali sampai saya tidak berani pergi tanpa ada naik mobil, saya tidak berani jalan kaki,” sambungnya.

Baca Juga : Demokrat Minta Prabowo Hargai Kontribusi Presiden Sebelumnya

Tidak berhenti sampai disana, dia pun akui sudah sempat dipeluk oleh seseorang anak lelaki tidak diketahui dalam suatu gang kecil. Bahkan juga karena hal itu, tidak hanya takut untuk melalui gang itu, dia juga sudah sempat alami stress.

“Juga pernah saat itu saya pulang sekolah masih tetap SD melalui gang kecil. Selalu tidak diduga ada anak-anak laki begitu meluk saya dari belakang. Aduh saya langsung takut, nangis, pulang,” kata Jedar.

“Mulai sejak itu telah engak berani melalui situ. Takut ke sekolah, selalu seperti intinya depresi deh,” imbuhnya.

Masalah pemulihan paska trauma, Jedar menjelaskan jika suport orang-tua mempunyai peranan yang penting. Ditambah lagi dari insiden itu dianya dituntut untuk lebih waspada .

“Ngilangin trauma yang tentu suport orang-tua sich. Jadi seperti tetap diberi semangat sama ibu, dijelasin selalu seperti ya diajarin untuk lebih waspada, janganlah sendirian,” ujarnya.