Prabowo Tolak Hasil Penghitungan, KPU Siap Adu Bukti

, , Comments Off on Prabowo Tolak Hasil Penghitungan, KPU Siap Adu Bukti

Prabowo Tolak Hasil Penghitungan, KPU Siap Adu Bukti

Agen Bola, Agen Poker Online, Agen Domino qiu qiu – Komisi Penentuan Umum (KPU) siap beradu bukti dengan Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. KPU mengundang BPN buka data sangkaan manipulasi mereka di komunitas rapat pleno perhitungan hasil perhitungan suara Pemilu 2019.

Di komunitas rapat pleno perhitungan beberapa faksi dapat buka data-data berkaitan hasil perhitungan suara. Komunitas ini dibarengi oleh KPU, Bawaslu, atau beberapa saksi dari peserta Pemilu 2019. Komunitas ini terbuka hingga dapat diawasi oleh pengawas pemilu baik dari dalam atau luar negeri dan mass media.

“Mumpung ini waktu perhitungan, buka-bukaan di sini saja sebab di sini kan komunitas perhitungan, semua saksi ada. Jadi bukan sekedar di-crosscheck dengan datanya KPU, dan juga di-crosscheck dengan data yang digenggam semasing partai pemilu, baik dari partai politik atau pasangan capres-cawapres,” papar Komisioner KPU Hasyim Asy’ari, Gedung KPU, Jakarta, tempo hari.

Hasyim mengutarakan, proses beradu data dapat dikerjakan bila ada faksi yang rasakan dicurangi. Ia memberikan contoh KPU sudah buka-bukaan data saat ada faksi yang tidak senang dengan hasil perhitungan suara di Kalimantan Barat serta Maluku Utara.

Data yang dipunyai setiap saksi serta KPU dicocokkan hingga dari sana didapati apa memang berlangsung manipulasi atau sebatas ketidakpuasan. “Datanya saja kita cocokkan. Tempo hari seperti di Kalimantan barat, Malut, kita cocok-cocokkan. Berarti ini ya, jika dengan hukum, langkah berpikirnya ini. Siapa saja mendalilkan, ia harus menunjukkan,” katanya.

Sampai tempo hari, kata Hasyim, BPN belum bawa data pembeda dalam pleno perhitungan perhitungan suara tingkat nasional. Walau sebenarnya, proses perhitungan sekarang ini sudah mengakhiri 15 hasil perhitungan suara pada tingkat propinsi. “BPN belum bawa data pembeda di perhitungan KPU hingga belumlah ada permasalahan bermakna dalam proses perhitungan nasional,” tuturnya.

Baca Juga : Rampok Pedagang Online, Empat Polisi Gadungan Digelandang ke Sel

Ketua Bawaslu Abhan menjelaskan konsentrasi lakukan pengawasan pleno perhitungan suara nasional. “Kami (Bawaslu) tidak ada yang dapat ada, masih koreksi. Jika memang BPN masih temukan beberapa sangkaan pelanggaran, ya prinsipnya jika lapor ke kami, ya kami riset serta tindak lanjuti,” tuturnya.

Komisioner Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo menjelaskan supaya BPN menjelaskan bukti yang dipunyai ke Bawaslu. Faksinya akan mengeceknya bila hal tersebut diadukan pada Bawaslu. “Butuh dicheck apa dokumen itu memang dikeluarkan oleh instansi yang berkuasa. Kalau itu dokumen copy-an, karena itu butuh dijelajahi apa copy-an itu datang dari dokumen asli,” katanya.

Awalnya capres serta cawapres nomer 02 Prabowo Subianto serta Sandiaga Salahuddin Uno (Prabowo-Sandi) serta Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) memperjelas jika faksinya malas mengaku hasil perhitungan yang dikerjakan oleh Komisi Penentuan Umum (KPU). Masalahnya faksinya temukan banyak manipulasi serta ketidakadilan yang sampai kini diacuhkan oleh KPU.

“Kita pahami jika demokrasi ialah jalan yang paling baik buat kehidupan berbangsa serta bernegara, tetapi kita lihat serta rasakan serta kita mempunyai bukti-bukti serta kita alami rekan-rekan kita, pejuang-pejuang kita, kita alami pemerkosaan demokrasi di republik Indonesia ini.

Karenanya, sesudah kita dengar dengan cermat serta memberikan keyakinan diri kita jika kita sudah memenangi mandat dari rakyat. Kita sudah memenangi mandat dari rakyat,” sebut Prabowo dalam acara “Mengungkap Fakta-Fakta Manipulasi Pemilihan presiden 2019” di Hotel Grand Sahid, Jakarta, tempo hari.

Prabowo memperjelas, jika faksinya menyerah atas kondisi ini, sama berarti dengan menyerah pada ketidakadilan serta berkhianat pada bangsa, negara, serta rakyat. Itu sama berarti dengan berkhianat pada pendiri bangsa serta beberapa puluh ribu orang yang sudah berkorban untuk republik ini.

Baca Juga : Pengancam Pemenanggal Kepala Jokowi Ditangkap, Polisi Kembali Buru Agnes

“Sore ini saya ke rumah Kertanegara, saya akan menghimpun team pakar hukum, saya akan buat surat wasiat saya,” sebut Prabowo. Bekas Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus itu minta supaya pemerintah tak perlu menakut-nakuti faksinya dengan tuduhan makar sebab apa yang faksinya kerjakan bukan tindakan makar, tetapi bela negara dan bangsa.

“Jangan takut-takuti kita dengan senjata yang diberi oleh rakyat,” tegasnya. “Katanya ada yang ingin bertemu saya, bolak-balik ingin bertemu saya. Tidak bisa emak-emak, janganlah emosional. Bicara bisa, berdialog bisa, menyerah tidak bisa,” paparnya.

Meskipun begitu, lanjut Ketua Umum Partai Gerindra itu, faksinya masih menyimpan secercah keinginan serta menyarankan pada KPU jika sekarang ini nasib hari esok bangsa Indonesia berada di bahu KPU. Karena itu, KPU harus akan memutuskan pilih untuk menegakkan kebenaran serta keadilan untuk keselamatan bangsa serta rakyat atau pilih ketidakadilan yang bermakna meluluskan penjajahan pada rakyat Indonesia.

“Kami masih menyimpan keinginan padamu, tetapi sikap saya yang pasti, saya akan menampik hasil perhitungan yang nakal. Kami tidak dapat terima ketidakadilan serta ketidakjujuran. Saya serta saudara Sandi bukan lantaran tekad pribadi kita ingin jadi apa-apa, untuk Allah. Jika kau bertanya hati saya sebenarnya, saya ingin istirahat. Tetapi, sesudah saya keliling, sesudah saya lihat mata mereka, saya rasakan getaran mereka, saya menjabat tangan mereka dengar keinginan mereka rakyat Indonesia,” tegas Prabowo.

“Kalau proses perampasan serta pemerkosaan ini berjalan selalu, cuma rakyatlah yang memastikan. Sepanjang rakyat yakin dengan saya sepanjang itu saya bersama dengan rakyat Indonesia. Janganlah cemas saya tetap bersama dengan rakyat sampai titik darah penghabisan. Saya bicara semacam ini saya terkejut lihat Sandiaga Uno bicara semacam ini. Kita akan bela kebenaran serta kejujuran sampai kemenangan rakyat disadari,” pungkasnya.

Awalnya BPN Prabowo-Sandi mengaku kemenangan sebesar 54,24% dari Jokowi-Ma’ruf sebesar 44,14% di 444.976 TPS atau 54,91% jumlahnya TPS se-Indonesia. “Data tanpa ada manipulasi yang kita punya pada pukul 12 ini hari, tempat kita 54,24% (48 juta suara). Jokowi 44,24% (39 juta suara). Tempat ini diambil dari keseluruhan TPS 51% lebih. Buat pakar statistik, angka ini telah valid serta angka ini cuma dapat beralih jika benar-benar dirampok. Serta, ini yang butuh kita menjaga serta rekan-rekan IT,” kata Profesor Laode Kamaludin di peluang yang sama.

Baca Juga : Hilang 2 Bulan, Begini Kisah Haru Pertemuan Asep dan Keluarga di Panti Sosial

Laode berani menjawab rintangan dari siapapun masalah data ini. Ia berani lakukan beradu data sebab data yang ia launching ini didapati serta dikumpulkan oleh beberapa relawan. “Bagaimana bila ada yang ingin tantang data ini? Kita persilakan, kita beradu data saja. Serta, kita tahu ini dikumpulkan oleh beberapa relawan. Pada Minggu pertama sesudah tanggal 17, tidak mengerti begitu utamanya C1. Saya langsung kirim surat pada Pak Jokowi untuk semua kumpulkan C1. Serta, sampai ini hari data C1 di kita telah sampai angka barusan,” tutur Laode.

“Data ini lalu yang dibantu oleh team IT ialah verifikasi serta validasi serta saat ini masih berjalan, data ini dapat dipertanggungjawabkan. Pertanyaannya, mana datamu? Ini dataku. Kita masuk masa baru yakni big data serta berikut kita sampai kepercayaan jika Prabowo-Sandi presiden RI 2019-2024,” tutupnya.

Diluar itu, BPN sempat juga memutar beberapa video manipulasi yang mereka bisa. Acara ini didatangi oleh Sandiaga Uno, beberapa elite partai konsolidasi dari mulai PKS, Partai Gerindra, PAN, Partai Demokrat, serta Partai Berkarya. Beberapa ribu partisipan serta relawan dari beberapa simpul ikut juga ada memadati aula.

TKN Memandang Prabowo Beri Contoh Jelek

Prabowo kembali tidak terima beberapa hasil perhitungan suara yang dikerjakan Komisi Penentuan Umum (KPU) yang akan dipublikasikan pada 22 Mei 2019. Sikap ini sama juga dengan yang dikerjakan Prabowo pada Pemilihan presiden 2014 yang pun tidak terima kemenangan Jokowi-Jusuf Kalla waktu itu.

Juru Bicara Team Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Kiai Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily menjelaskan, penolakan itu adalah evaluasi yang jelek dalam kehidupan demokrasi. “Dalam demokrasi itu, ada prinsip basic yang perlu dijunjung tinggi oleh siapa juga jika kita harus siap menang serta harus juga siap kalah. Itu prinsip basic dalam kontestasi berdemokrasi,” kata Ace tempo hari.

Menurut politisi Partai Golkar itu, seluruh pihak semestinya dapat menghargai pilihan rakyat yang sudah memastikan pilihannya untuk jadikan Jokowi-Kiai Ma’ruf jadi presiden serta wapres periode 2019-2024.

“Semestinya Prabowo-Sandi malu pada rakyat. Dalam satu survey dikatakan jika 92,5% rakyat Indonesia terima siapa juga yang dipilih presidennya. Rakyat sendiri mempunyai kesadaran yang tinggi atas prinsip berdemokrasi ini. Malah elite-elitenya yang tidak siap berdemokrasi,” katanya