Eks Ketua BPPN-Mantan Menkeu Bungkam Usai Diperiksa KPK

, , Comments Off on Eks Ketua BPPN-Mantan Menkeu Bungkam Usai Diperiksa KPK

Eks Ketua BPPN-Mantan Menkeu Bungkam Usai Diperiksa KPK

Agen Bola, Agen Poker Online, Agen Domino qiu qiu – KPK mengecek bekas Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Subianto jadi saksi sangkaan korupsi berkaitan BLBI dengan terduga Itjih Nursalim. Bambang tidak menerangkan apapun masalah pemeriksaannya.

Bambang keluar dari gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (9/7/2019), seputar jam 11.45 WIB. Bambang, yang berkemeja biru lengan pendek, tidak memberi komentar.

Sesudah Bambang, bekas Ketua Tubuh Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Edwin Gerungan keluar dari gedung KPK. Edwin, yang ikut dicheck jadi saksi untuk Itjih, tidak memberikan info apapun berkaitan pemeriksaannya.

Faksi KPK belum menerangkan apa yang didalami dari kontrol Bambang serta Edwin. Diluar itu, KPK mengecek bekas Ketua BPPN yang lain, I Putu Gede Ary Suta.

Bekas Ketua Tubuh Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Edwin Gerungan sesudah dicheck KPK dalam masalah SKL BLBI, Selasa (9/7/2019).

Baca Juga : Neymar Mangkir Pramusim, PSG Siap Ambil Tindakan

Itjih diaplikasikan KPK jadi terduga bersama dengan suaminya, Sjamsul Nursalim. KPK menyangka kedua-duanya bertindak yang bikin rugi negara bersama dengan Syafruddin Arsyad Temenggung jadi Ketua Tubuh Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) berkaitan Pertolongan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Sjamsul disebutkan jadi faksi yang diperkaya dalam masalah dengan tanda-tanda kerugian keuangan negara sejumlah Rp 4,58 triliun ini. KPK juga sudah menyebut Sjamsul serta Itjih untuk dicheck jadi terduga, tetapi kedua-duanya tidak ada.

Faksi Sjamsul, melalui pengacaranya, Maqdir Ismail, menjelaskan penentuan terduga oleh KPK tidak logis. Maqdir beralasan Sjamsul tidak terkait dengan BLBI.

“Ketetapan KPK yang memutuskan Sjamsul Nursalim serta Itjih Nursalim jadi terduga dalam masalah sangkaan korupsi Pertolongan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) benar-benar ganjil serta tidak logis,” kata Maqdir, Senin (10/6).