Tolak Pembongkaran, Warga Pademangan Gugat Sudin Cipta Karya Jakut ke PTUN

, , Comments Off on Tolak Pembongkaran, Warga Pademangan Gugat Sudin Cipta Karya Jakut ke PTUN

Tolak Pembongkaran, Warga Pademangan Gugat Sudin Cipta Karya Jakut ke PTUN

Agen Bola, Agen Poker Online, Agen Domino qiu qiu – Masyarakat Pademangan, Jakarta Utara, menampik pembongkaran bangunan oleh Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruangan serta Pertanahan Kota. Masalahnya dinas itu dipandang keluarkan surat perintah pembongkaran bangunan tanpa ada mempertimbangkan keadaan di lapangan serta menyalahi ketentuan yang tambah tinggi dari Pergub.

Akhirnya, Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruangan serta Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta dengan nomer 110/G/2019/PTUN.JKT oleh Idham Qrida Nusa, masyarakat Pademangan sebagai penggugat.

“Kami tidak terima bangunan atau rumah kami dibongkar. Sebab anggapan yang diaplikasikan oleh Sudin dalam menegakan ketentuan tidak merujuk pada bukti pergantian keadaan yang berlangsung di lapangan. Mereka masih merujuk pada keadaan tempat sebelumnya ada pergantian,” kata Idham selesai Kontrol Ditempat oleh Majelis Hakim, Tergugat, serta kuasa hukum penggugat di tempat, Jumat (12/7/2019).

Idham yang profesinya jadi advokat ini menerangkan, ada beberapa puluh rumah disamping samping Jalan Pademangan VIII yang tidak bisa diedarkan Izin Membangun Bangunan (IMB)-nya dikarenakan tidak penuhi kriteria “Mematuhi GSB (Garis Sebanding Bangunan) serta GSJ (Garis Sempadan Jalan)” sesuai dengan Perda Propinsi DKI Jakarta No.1 Tahun 2014 Mengenai RDTR serta Ketentuan Zonasi, serta Masalah 618 Ayat (2) mengenai GSB.

“Jadi pada dasarnya saya pemilik rumah kebetulan rumah saya di sini, serta sebagai wakil beberapa puluh rumah atau bangunan di sini, kami benar-benar belum dapat memperoleh yang namanya Izin Membangun Bangunan (IMB),” kata Idham.

Persoalan ada, katanya, menurut petugas Service Terintegrasi Satu pintu (PTSP) Garis Sebanding Bangunan (GSB) atau Gagasan Jalan ialah 8 mtr. dari 20 mtr. dari keseluruhnya jalan yang berdampingan dengan Jalan Pademangan VIII, terhitung ruas jalan Tol Kemayoran, terhitung Pelebaran Gerbang Jalan Tol Kemayoran yang dibuat belakangan ini dalam rencana Asian Games 2018.

Selanjutnya, Idham menerangkan, bukti yang berada di lapangan, Jalan Pademangan VIII adalah jalan umum yang tersambung langsung dengan Pademangan VI serta VII yang jika direncanakan cuma selebar 8 mtr.

Baca Juga : Kakaknya Meninggal, Zidane Tinggalkan Pramusim Madrid

“Jadi GSB semestinya 1/2 dari lebar jalan atau 4 mtr. sesuai dengan Masalah 13, UU Republik Indonesia Nomer 28 Tahun 2002 Mengenai Bangunan Gedung,” katanya.

Idham sendiri mengaku bila tanah yang dipunyainya semenjak tahun 1998, tetapi dianya ajukan pengurusan ketentuan gagasan kota (KRK) dari September 2018. “Saya telah mengatur izin, telah 3x tidak diterima sebab GSB-GSB itu, bangunan saya jadi kecil tuturnya, jika menurut penghitungan enggaklah,” pungkasnya.

Selesai alami pembongkaran-pembongkaran untuk kebutuhan pelebaran pintu tol jalan tol Kemayoran, Idham sendiri melakukan renovasi tempat tinggalnya. Masalahnya ia memandang bila tidak dikerjakan perbaikan, karena itu hal tersebut membahayakan bangunan dan masyarakat seputar yang lewat.

Di tempat yang sama, Desy Meilayanti dari Sudin Cipta Karya, Tata Ruangan serta Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara, mengutarakan, semestinya Idham sebelum melakukan renovasi lapis lantai bangunannya, meningkatkan lantainya, mengatur IMB terlebih dulu.

“(Untuk) jalan keluarnya, saya akan coba ajukan pemeriksaan kembali RDTR berkaitan luas serta lebar jalan ini,” paparnya.

Selain itu, tentang daerah Jalan Pademangan VIII yang cuma diperbolehkan mempunyai dua lantai untuk tempat tinggal serta kantor bila lebih dari dua lantai, Idham merasakan tidak ada permasalahan. Dengan keadaan tempat tinggalnya yang mempunyai tiga lantai, ia juga memperhitungkan membuat izin untuk kantor, tetapi dengan catatan.

“Di sini, zonanya zone perkantoran, sebetulnya justru lebih enak, mengapa lebih enak? Sebab saya bersedia untuk izinnya buat kantor. Tetapi jika GSB-nya 8 mtr., saya keberatan. Semoga lah ada jalan, ada win-win solution,” kata Idham.