Soal ‘Desa Tertinggal’, Ridwan Kamil: Bupati Bogor Salah Kutip

, , Comments Off on Soal ‘Desa Tertinggal’, Ridwan Kamil: Bupati Bogor Salah Kutip

Soal ‘Desa Tertinggal’, Ridwan Kamil: Bupati Bogor Salah Kutip

Agen Bola, Agen Poker Online, Agen Domino qiu qiu– Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) mulai bicara tentang protes Bupati Bogor Ade Yasin tentang tidak ada desa ketinggalan. Menurut dia Ade salah tangkap pengakuannya tentang status desa-desa di Jawa barat.

“Saya sudah klarifikasi, Bu Ade salah mencuplik. Saya berikan tidak lagi ada desa benar-benar ketinggalan, dibacanya tidak lagi ada desa ketinggalan,” kata RK di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (9/10/2019).

Dia memperjelas, status desa benar-benar ketinggalan di Jawa barat memang tidak ada. Sedang yang diprotes Ade adalah status desa ketinggalan yang sebenarnya masih berada di Kabupaten Bogor.

“Kan urutannya desa benar-benar ketinggalan, desa ketinggalan, berkembang, maju serta mandiri. Jadi yang tidak ada desa benar-benar ketinggalan. Desa ketinggalan memang masih berada di Bogor,” sebut ia.

Baca juga : Kekeringan, Warga Ciamis Gali Sungai Kering untuk Peroleh Air Bersih

RK menjelaskan, telah memberikan instruksi Dinas Pemberdayaan Warga serta Desa (DPMP) untuk mengutamakan perubahan desa ketinggalan. Hingga, dengan perlahan-lahan dapat naik kelas jadi desa berkembang.

“Telah saya perintahkan waktu Bu Ade mengemukakan jika DPMP akan mengutamakan desa ketinggalan itu di Kabupaten Bogor. Sebab Bogor benar-benar luas saya mengerti keresahan Bu Bupati,” papar ia.

Disinggung tentang keluhan Ade masalah dana pertolongan yang tidak segera naik, RK menyebutkan kondisi itu dapat dioptimalkan lewat pos budget lain. Contohnya mengoptimalkan dana inspirasi dewan.

“Pertolongan keuangan itu pintunya banyak ada inspirasi dari dewan, propinsi. Coba bertanya ke bupati apa pintu dari dewan telah dioptimalkan belum. Sebab saya perhatikan ada beberapa daerah yang tidak mengoptimalkan aspirasinya melalui pintu dewan,” tutur RK.