Ketum Baru Harus Buat PSSI Buka Diri, Jangan Sok Eksklusif

, , Comments Off on Ketum Baru Harus Buat PSSI Buka Diri, Jangan Sok Eksklusif

Ketum Baru Harus Buat PSSI Buka Diri, Jangan Sok Eksklusif

Agen Bola, Agen Poker Online, Agen Domino qiu qiu– Berkaca pada kepengurusan yang sudah-sudah, Benny Erwin mengharap PSSI dapat lebih buka diri pada pemerintah serta stake holder olahraga lain. Mengapa?

PSSi sedang cari ketua umum baru. Sekitar 11 calon selamat seleksi serta akan bertanding di Kongres PSSI pada 2 November 2019. Diantaranya, Benny.

Benny, yang sekarang jadi anggota Komite Eksekutif (exco) PSSI DKI Jakarta serta manager team Pra PON DKI Jakarta, menaruh mimpi untuk lihat Tim nasional berprestasi di level internasional. Ia menyorot tiadanya persaingan antarklub untuk umur awal. Terutamanya, sesudah pemain cilik lulus dari Sekolah Sepakbola (SSB).

“Sekolah sepakbola kita beberapa ribu serta bagus-bagus, tetapi SSB kan sampai 15 tahun. Kemudian ingin ke mana? Karena itu, ke depan saya inginnya tim-tim sepakbola itu mempunyai akademi. Dimana di penjuru dunia mana juga liga-liga itu mereka punyai akademinya semasing, jadi kasihan,” kata Benny saat interviu.

“Pemain sepakbola di SSB yang bagus-bagus berumur 15 tahun ingin ke mana ia? Paling turut liga-liga swasta. Kemudian ia ingin ke mana? Tetapi jika club mempunyai akademi karena itu pemain yang bagus-bagus ini dapat masuk kesana. Karena itu, cocok umur muda kita bagus tetapi sesudah senior? Coba. Jadi untuk jaga itu harusnya club punyai akademi,” katanya.

Baca juga : Ayu Banget! Penampilan Krisdayanti Hadiri Pelantikan Presiden

Nah, supaya usaha untuk membuat persaingan bertahap itu terjadi, Benny merekomendasikan supaya PSSI buka diri pada pemerintah. Ya, PSSI sempat dipandang arogan untuk masalah organisasi.

“Karena itu, saya katakan PSSI ini jangan sombong. Gandeng Kemenpora, Komisi X yang membawahi olahraga, bagaimana juga infrastruktur ada sebab pemda serta pusat. Saat program jelas mereka dapat membantu akademinya., mengongkosi atau apa. Tapi ini untuk umur muda bukan profesionalnya,” ia mengutarakan.

Benny menerangkan budget yang dikeluarkan juga tidak besar. Ia memprediksi sebulan dengan membina 25 pemain seputar Rp 200 sampai Rp 250 juta dengan umur 15 tahun ke atas.

“Syukur-syukur club mendapatkan keuntungan sebab jika bagus dapat di jual. Ini namanya investasi. Karena itu, club harus fokus pasar. Bagaimana juga club harus profesional serta memiliki integritas. Karena, apa pun usaha itu investasi bukan langsung tumbuh,” ia menerangkan.