Ini Surat Annas Maamun yang Sukses Bikin Jokowi Beri Diskon Hukuman

, , Comments Off on Ini Surat Annas Maamun yang Sukses Bikin Jokowi Beri Diskon Hukuman

Ini Surat Annas Maamun yang Sukses Bikin Jokowi Beri Diskon Hukuman

Agen Bola, Agen Poker Online, Agen Domino qiu qiu– Bekas Gubernur Riau Annas Maamun memperoleh grasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbentuk pengurangan hukuman sepanjang 1 tahun. Koruptor masalah pindah peranan tempat kebun kelapa sawit di Riau itu direncanakan akan bebas pada tahun kedepan.

Annas awalnya tuliskan surat permintaan grasi yang dikirim ke Jokowi pada 16 April 2019. Dalam surat itu Annas memaparkan masalah kesehatan yang dideritanya.

Kami memperoleh draf surat dari Kalapas Sukamiskin Abdul Karim. Annas bercerita keadaan kesehatannya yang mulai terusik semenjak jalani kontrol di Pengadilan Tipikor Bandung. Ia menyebutkan persidangan waktu itu sering terlambat sebab keadaan kesehatannya yang lebih buruk.

“Jika sepanjang kontrol masalah aquo dikerjakan, baik pada tingkat penyidik KPK, atau kontrol di Pengadilan Tipikor Bandung benar-benar seringkali jalani masalah kendala masalah sesak napas, sebab saya H Annas Maamun terus sakit serta ditambah umur telah sampai 78 tahun serta telah uzur, pelupa dan sesak nafas hingga seringkali terlambat, walau pada akhirnya saya H Annas Maamun diberi hukuman dengan hukuman yang sudah inkrah sepanjang tujuh tahun,” sebut Annas dalam surat yang dikirim ke Jokowi.

“Jika sekarang saya H Annas Maamun sudah jadikan juga terduga korupsi Propinsi Riau dalam bahasan RAPBD 2015 TA 2015, walau kontrol belum dikerjakan sebab terus-terusan dalam kondisi sakit,” Annas memberikan tambahan.

Annas mengutarakan penyakit yang dideritanya. Menurut Annas, ia alami sakit PPOK (COPD) kronis, dispepsia syndrome (stres berat), gastritis/lambung, hernia, serta hampir tiap hari sesak napas. Serta, Annas mengutarakan semenjak diletakkan di Lapas Sukamiskin pada Februari 2015, ia bolak-balik rumah sakit..

“Karena itu pada tanggal 14 April 2015 saya diletakkan/dirawat di Poliklinik Lapas Kelas I Sukamiskin Bandung, selanjutnya semenjak itu bolak balik dirawat Rumah Sakit yang berada di seputar Bandung. Di Rumah Sakit Santosa enam kali, Santo Yusuf 3x, Hasan Sadikin 1x, Borromeus 1x serta Hermina 1x,” katanya.

Baca juga : Satpol PP Denpasar akan Tutup Usaha Sablon yang ‘Merahkan’ Sungai Badung

Annas mengutarakan, dengan keadaan semacam itu, keluarga prihatin. Oleh karena itu, ia ajukan pengampunan pada Jokowi.

“Jika lihat kondisi keadaan kesehatan saya itu, istri dan anak serta keluarga benar-benar prihatin sebab keadaan kesehatan saya terus alami penurunan serta diwajibkan melakukan kontrol kesehatan dengan teratur ke dokter spesialis, diperparah usianya telah lanjut (78 tahun) uzur, pikun, seringkali ketakutan, tidak ingin makan dan tidur benar-benar sangat menyusut dan tidak bisa banyak berpikir,” katanya.

“Jika dengan keadaan kesehatan, saya H Annas Maamun usia 78 tahun yang makin alami penurunan serta telah pikun, karena itu dengan semua kerendahan hati saya ajukan permintaan supaya sudi sangkanya Bapak Presiden Republik Indonesia memberi pengampunan penerapan hukuman pada saya H Annas Maamun dari tujuh tahun jadi empat tahun penjara,” Annas memberikan tambahan.

Kalapas Sukamiskin Abdul Karim menjelaskan surat itu dibikin langsung oleh Annas. Faksi Lapas, katanya, cuma memberikan surat pengantar.

“Faksi Lapas Kelas I Sukamiskin, cuma membikinkan surat pengantar yang diperuntukkan pada Bapak Presiden RI,” kata Karim lewat pesan singkat.

Gayung bersambut, Jokowi menyetujui permintaan itu. Jokowi menyetujui keinginan serta memberi grasi pada Annas Maamun.

“Benar beliau bisa grasi dari Presiden. Menyusut 1 tahun (waktu hukuman penjara), kan semula 7 tahun menyusut 1 tahun,” sebut Kepala Sisi Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum serta HAM (Ditjen Cocok Kemenkum HAM) Ade Kusmanto, Selasa (26/11).