Andrey Rublev Pimpin Generasi Baru Dunia Tenis Rusia

, , Comments Off on Andrey Rublev Pimpin Generasi Baru Dunia Tenis Rusia

Andrey Rublev Pimpin Generasi Baru Dunia Tenis Rusia

Agen Bola, Agen Poker Online, Agen Domino qiu qiu– Rublev, Daniil Medvedev, serta Karen Khachanov jadi tiga petenis Rusia pertama yang capai rangking 20 besar semenjak Safin, Kafelnikov, serta Youzhny melakukan pada musim 2005.

Awal musim ini, Rublev memenangi dua gelar dengan cara berturut-turut di Doha serta Adelaide dan nikmati rangking paling tinggi dalam profesinya sampai sekarang ini di rangking 14 dunia.

Saat interviu bersama-sama Tennis magazine, Rublev merefleksi keberhasilan tenis Rusia dalam dua musim paling akhir serta mengharap generasi baru dapat meneruskan adat kemasyhuran dunia tenis Rusia.

Kafelnikov memenangi dua gelar Grand Slam di French Open 1996 serta Australian Open 1999. Safin memenangi dua gelar Grand Slam di US Open 2000 serta Australian Open 2005.

“Waktu itu, tenis demikian besar di Rusia. Kesemua orang tahu siapa Kafelnikov serta Safin. Waktu itu benar-benar fantastis. Saya berharap satu hari kelak kami dapat kembali lagi kembalikan tenis Rusia ke level itu lagi, ” saya Rublev.

Rublev meluncur ke set 16 besar di Australian Open awal musim ini sebelum kalah dari Alexander Zverev. Dengan memenangi dua gelar dengan cara berturut-turut di Doha serta Adelaide, dia jadi petenis putra pertama semenjak musim 2004 yang memenangi dua gelar berturut-turut pada dua minggu pertama musim yang baru. Dia memulai musim ini dengan 11 kemenangan berturut-turut.

“Kemungkinan saya mujur, tapi saya suka dengan hasil saya capai. Saya masih mempunyai banyak kekuatan untuk dinaikkan. Saya ingin memakai kekuatan itu seutuhnya, ” papar Rublev.

Baca juga : Banyak Ditanya Gejala Corona, Twindy Rarasati Sarankan Ini pada Masyarakat

Pada musim 2019, Rublev mencatat kemenangan ke-2 atas petenis rangking 10 besar saat menaklukkan Dominic Thiem di perempatfinal Hamburg sebelum kalah dari Nikoloz Basilashvili di final.

“Nampaknya musim 2019 jadi musim terjelek saya, tapi di paruh ke-2 musim itu, saya dapat mengubah situasi, ” lebih Rublev.

Rublev mengakui kemenangan paling besar dalam profesinya di Cincinnati musim 2019 saat dia tundukkan Roger Federer dengan dua set langsung di set ke-3 sebelum kalah dari rekanan senegaranya, Medvedev di perempatfinal.

“Saya tidak dapat pikirkan mengenai memenangi gelar Grand Slam, tapi saya dapat berlaga menantang petenis paling baik. Saya mujur dapat meluncur ke set ke-4 US Open. Pada musim 2019, saya berasa saya betul-betul wajar memperoleh hasil yang saya raih. Saya maju ke set ke-4 Grand Slam serta itu mencerminkan level permainan saya, ” jelas Rublev.

Di US Open, Rublev menaklukkan Nick Kyrgios untuk meluncur ke set ke-4 Grand Slam untuk kali ke-2 dengan cara berturut-turut sebelum kalah dari Matteo Berrettini.

Disamping itu, musim kemarin Rublev memenangi gelar ke-2 dalam profesinya di Moskow saat dia berulang-ulang tahun ke-22.

“Saya mengucapkan syukur pada orangtua saya yang sudah lakukan segala hal buat saya. Mereka mempertaruhkan beberapa hal unguk menolong profesi saya. Tenis ialah olahraga dengan awal yang benar-benar mahal. Buat mereka hal tersebut tidak gampang, sebab mereka tidak percaya jika gagasan mereka akan berbuah positif, ” tukas Rublev.