Pemkab Ciamis Larang Warga Takbir Keliling-Halalbihalal saat Lebaran

, , Comments Off on Pemkab Ciamis Larang Warga Takbir Keliling-Halalbihalal saat Lebaran

Pemkab Ciamis Larang Warga Takbir Keliling-Halalbihalal saat Lebaran

Agen Bola, Agen Poker Online, Agen Domino qiu qiu– Limitasi Sosial Bertaraf Besar (PSBB) tingkat Jawa barat usai 19 Mei 2020. Pemkab Ciamis meneruskannya dengan PSBB parsial di sejumlah kecamatan zone merah serta daerah padat masyarakat.

Dalam PSBB parsial ini waktu Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Pemkab Ciamis larang masyarakat Tatar Galuh Ciamis lakukan pekerjaan Takbir keliling, reuni serta halalbihalal.

“Walau PSBB usai, tetapi diteruskan PSBB Parsial tetapi prosedur kesehatan, physical distancing masih dijaga. Reuni, takbir keliling di kendaraan terbuka, halalbihalal seharusnya tidak dilaksanakan. Silakan takbiran di masjid semasing dengan mempedomani prosedur kesehatan, ” kata Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, Selasa (19/5/2020).

Herdiat menerangkan PSBB parsial diprioritaskan pada kecamatan yang masuk zone merah, yaitu Banjarsari serta Pamarican. Termasuk juga di kecamatan yang padat masyarakat. Dalam PSBB Parsial ini jam operasional Pasar serta pertokoan normal kembali.

Baca juga : Jelang Lebaran, Waspadai Makanan Berbahaya di Cirebon

“Dalam PSBB parsial ini kami masih konsentrasi mempererat tepian, mengatur pemudik. Posko yang ada akan dimaksimalkan, ” tuturnya.

Herdiat meramalkan beberapa waktu ke depan pemudik akan bertambah mendekati lebaran. Karena itu, Herdiat masih minta pada masyarakat Ciamis yang merantau tidak untuk mudik dahulu. “Pada pemudik sampai sekarang ini banyaknya capai 42 ribu, beberapa telah usai jalani karantina mandiri, ” katanya.

Pemkab Ciamis masih memperkenankan masyarakat melakukan salat Id di masjid-masjid desa serta kampung atau di lapangan, tetapi ketentuannya masih gunakan masker serta mengaplikasikan prosedur kesehatan. Sedang untuk masjid besar kecamatan serta masjid agung ditiadakan.

“Untuk Masjid Agung serta Masjid Besar di kecamatan pun tidak dipakai salat Id. Untuk kurangi keramaian massa. Untuk yang sakit, pemudik, ODP, PDP jangan turut salat Id berjamaah dahulu. Terkecuali sudah mengakhiri karantina mandiri. Cuma masyarakat lokal saja, ” tutur Herdiat.